Jumat, 07 Juni 2013

Muhammad Baqir Al-sadr



C. Pemikiran Muhammad Baqir Al-sadr
1. Epistemologi
Kita tentunya sudah tahu mengetahui, bahwa pengetahuan itu bias didapat dari berbagai hal. Namun, yang menjadi permasalahan disini dan menjadi perdebatan besar dalam diskusi-diskusi yang mempersoalkan tentang sumber-sumber pengetahuan. Dari perdebatan besar ini, filsuf asal irak ini memberikan sebuah pandangan yang dimulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan: bagaimana pengetahuan itu muncul dalam diri manusia?, Bagaimana kehidupan intelektualnya tercipta, termasuk setiappemikiran dan konsep-konsep (nations) yang muncul sejak dini? Dan apakah sumber yang memberikan kepada manusia arus pemikiran dan pengetahuan itu?[1]

Fungsi Agama Bagi Manusia; Suatu Pendekatan Filsafat



1. Data Buku/ Identitas Buku

Judul                 : Fungsi Agama Bagi Manusia; Suatu Pendekatan Filsafat
Penulis               : A.M. Romly
Penerbit             : PT. BINA RENA PARIWARA
Tahun Terbit      : cet. I 1999, cet. V 2003
Tempat Terbit    : Jakarta
Warna                : Biru
Harga                : -
Tmpt Perlehan   : Perpustkaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Jumlah Hal        : 106 Halaman

Daftar IsiKata Pengantar, V
Kata Pengantar Cetakan kedua, viii
Kata Pengantar Cetakan Ketiga, ix
Kata Pengantar Cetakan Keempat, x
Kata Pengantar Cetakan Kelima, xi
1. Pendahuluan, 1
2. Perkembangan Kepercayaan Kepada Tuhan, 6
3. Gagasan Tentang Tuhan, 23
4. Argumentasi Tentang Keberadaan Tuhan, 40
5. Sikap Manusia Terhadap Tuhan, 53
6. Atheism Dan Argumentasinya, 61
7. Perkembangan Atheisme, 69
8. Agama Sebagai Jalan Hidup, 78
9. Penutup, 93
Daftar Kepustakaan, 98
Indeks, 102
Riwayat Hidup Singkat, 105

2. Ringkasan Perbab
A. Pendahuluan
            Agama merupakan bagian dari kehidupan sebagian besar manusia, bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia dari zaman ke zaman. Karena dalam agama bukan hanya terpaku mengenai kebenaran, melainkan juga mengenai perasaan dan seluruh suasana hidup.yang juga berfungsi untuk membimbing manusia kepada sikap percaya kepada Tuhan dank kea rah kehidupan rohaniyah. Selain itu agama juga menunjukkan bahwa alam dengan segala hukum-hukumnya tidak lepas dari pengaruh Tuhan.

Pythagoras dan Alirannya



Pythagoras dan aliran-aliranya

Pythagoras seorang ahli pikir dari yunani tepatnya di kepulauan samos atau disebut dengan sang maha guru filsafat angka. Untuk mempelajari alam pikiran orang miletos kepulauan Samos (pythagoras) seolah-olah kita harus meninggalkan yang namanya dunia kebendaan (material World) ke dunia khayal dan cipta (the world mind).[1]
Saat mendengar nama pythagoras pasti sering dikaitan dengan teori segitiga pytagoras atau teorema pythagoras. Karena dalil yang ditemukan oleh pythagoras sehingga nama pythagoras sangat familiar bagi pendengar. Padahal teori yang ia temukan itu hanya dari salah satu dari teori-teori yang disusun pythagoras beserta pengikutnya.  

Ibn Rusd


1.      PENDAHULUAN
Berfilsafat adalah bagian dari peradaban manusia. Semua peradaban yang pernah timbul didunia pasti memiliki filsafat masing-masing. Kenyataan ini juga sekaligus membantah pandangan bahwa yang berfilsafat hanya orang barat saja, khususnya orang yunani. Diantara filsafat yang pernah berkembang, selain filsafat yunani adalah filsafat Persia, cina, India, dan tentu saja filsafat islam.
Tokoh yang paling popular dan dianggap paling berjasa dalam membuka mata barat adalah Ibn-Rusyd. Dalam dunia intelektual barat, tokoh ini lebih dikenal dengan nama averros. Begitu populernys Ibnu Rusyd dikalangan barat, sehingga pada tahun 1200-1650 terdapat sebuah gerakan yang disebut viorrisme yang berusaha mengembangkan pemikiran-pemikiran Ibnu Rusyd. Dari Ibnu Rusydlah mereka mempelajari Fisafat yunani Aristoteles (384-322 s.M), karena Ibnu Rusyd terkenal sangat konsisten pada filsafat Aristoteles.

Abdur Ro'uf Singkel




 1.      Pendahuluan
Tasawuf merupakan aspek mistisisme dalam Islam, dalam artian disini adanya kesadaran manusia  kontak langsung dengan Tuhan sang Khaliq. Hubungan kedekatan tersebut dipahami sebagai pengalaman spiritual manusia dengan Tuhan.
Dalam pembicaraan tentang sejarah dan pemikiran tasawuf di Indonesia, Aceh memainkan peranan yang sangat penting. Karena dilihat dari tokoh-tokohnya mereka adalah para pemikir Islam yang sangat progres dalam memajukan perkembangan ilmu Islam, tterutama Tasawwuf. Salah satu tokohnya adalah Abdurrauf As-Sinkli.
Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya dibawah ini akan diuraikan mengenai biografi, pendidikan, serta pokok pemikiran dari Abdurrauf As-Sinkli itu sendiri.